Assalamu alikum
Selamat datang di Blog saya. Bahasa Arab adalah bahasa tertua didunia dengan nilai sastra yang tinggi. Aku yakin sebagian besar dari kita meyakini bahwa belajar bahasa arab itu sulit itu memang hal yang wajar namun sebenarnya tidak. Kita mungkin melihat dari sisi nahwu dan shorof itu sangat rumit. Tapi pada dasarnya itu mudah. Aku membuat perumpamaan seperti kita orang-orang indonesia yang hidup dari kecil sampai dewasa sebenarnya kami tidak perlu belajar bahasa Indonesia karena dari kecil dilatih untuk berbicara bukan membaca atau menulis namun berbicara. Kita yang lahir dari bayi dan tidak bisa berbicara pertama kali kita disuruh berbicara. AAAAAA!!! IIIIIII!!!! UUUUUUUUU!!!! OOOOOO!!! EEEEEE!!! begitu dan seterusnya. Kita diajari untuk menyusun bukan hanya kata namun suara. Untuk memahami pembicaraan harus mendengar dengan mendengar kita dapat menangkap apa yang orang bicarakan. Contoh lain jika kita di tempat umum seperti mall,supermarket atau stasiun kereta api kita mendengar banyak suara namun pernahkah kita menangkap suara itu tiap orang satu kata. tentu sulitkan?? Jadi bagian terpenting pertama adalah mendengar setelah itu berbicara.
Dengan Mendengar kita bisa menangkap apa yang disuarakan atau dibunyikan. Contohnya: Suara iringan lagu atau nyanyian. Mengapa jika orang mendengar nyanyian cepat hafal dan dapat meniru suara bahkan iringan musiknya? Karena kekuatan utama manusia yang diolah dari kecil adalah diajari untuk mendengar. Dari situ informasi yang diterima oleh otak kita dapat merespon untuk konsentrasi. Sehingga tanpa sengaja dia sudah hafal. Apalagi jika nyanyiannya diputar berkali-kali setiap hari maka tidak akan hilang. kekuatan utama dalam mempelajari bahasa arab adalah mendengar.
Selanjutnya kita ditekankan untuk meniru atau lebih jelasnya berbicara sesuai dengan cara penguangkapan huruf yang benar. Bagian kedua ini mulai ada kesulitan. mengapa? karena tidak semua orang bisa meniru suara persis sesuai dengan yang orang ungkapkan karena itu perlu untuk diulang -ulang dan bertemu langsung dengan orang yang bisa membenarkan kesalahan dalam bersuara. Sama ketika kita kecil mungkin ada salah satu dari kita (Maaf sebelumnya) pelat. Sehingga orang tua kita harus lebih sabar lagi dalam mengajak kita untuk berlatih mengeluarkan suara dengan baik dan benar. Jadi Kunci kedua dalam belajar bahasa arab adalah memiliki teman yang diajak berbicara dengan baik dan benar.
Bagian ketiga terpenting dalam memahami bahasa arab selanjutnya adalah membaca. Membaca itu sangat penting setelah kita bisa menulis. Jadi setelah berbicara membaca juga menulis. Membaca diiringi dengan menulis. Setelah itu memperdalam ilmu bahasa arab sesuai jurusan yang diinginkan.
Selamat datang di Blog saya. Bahasa Arab adalah bahasa tertua didunia dengan nilai sastra yang tinggi. Aku yakin sebagian besar dari kita meyakini bahwa belajar bahasa arab itu sulit itu memang hal yang wajar namun sebenarnya tidak. Kita mungkin melihat dari sisi nahwu dan shorof itu sangat rumit. Tapi pada dasarnya itu mudah. Aku membuat perumpamaan seperti kita orang-orang indonesia yang hidup dari kecil sampai dewasa sebenarnya kami tidak perlu belajar bahasa Indonesia karena dari kecil dilatih untuk berbicara bukan membaca atau menulis namun berbicara. Kita yang lahir dari bayi dan tidak bisa berbicara pertama kali kita disuruh berbicara. AAAAAA!!! IIIIIII!!!! UUUUUUUUU!!!! OOOOOO!!! EEEEEE!!! begitu dan seterusnya. Kita diajari untuk menyusun bukan hanya kata namun suara. Untuk memahami pembicaraan harus mendengar dengan mendengar kita dapat menangkap apa yang orang bicarakan. Contoh lain jika kita di tempat umum seperti mall,supermarket atau stasiun kereta api kita mendengar banyak suara namun pernahkah kita menangkap suara itu tiap orang satu kata. tentu sulitkan?? Jadi bagian terpenting pertama adalah mendengar setelah itu berbicara.
Dengan Mendengar kita bisa menangkap apa yang disuarakan atau dibunyikan. Contohnya: Suara iringan lagu atau nyanyian. Mengapa jika orang mendengar nyanyian cepat hafal dan dapat meniru suara bahkan iringan musiknya? Karena kekuatan utama manusia yang diolah dari kecil adalah diajari untuk mendengar. Dari situ informasi yang diterima oleh otak kita dapat merespon untuk konsentrasi. Sehingga tanpa sengaja dia sudah hafal. Apalagi jika nyanyiannya diputar berkali-kali setiap hari maka tidak akan hilang. kekuatan utama dalam mempelajari bahasa arab adalah mendengar.
Selanjutnya kita ditekankan untuk meniru atau lebih jelasnya berbicara sesuai dengan cara penguangkapan huruf yang benar. Bagian kedua ini mulai ada kesulitan. mengapa? karena tidak semua orang bisa meniru suara persis sesuai dengan yang orang ungkapkan karena itu perlu untuk diulang -ulang dan bertemu langsung dengan orang yang bisa membenarkan kesalahan dalam bersuara. Sama ketika kita kecil mungkin ada salah satu dari kita (Maaf sebelumnya) pelat. Sehingga orang tua kita harus lebih sabar lagi dalam mengajak kita untuk berlatih mengeluarkan suara dengan baik dan benar. Jadi Kunci kedua dalam belajar bahasa arab adalah memiliki teman yang diajak berbicara dengan baik dan benar.
Bagian ketiga terpenting dalam memahami bahasa arab selanjutnya adalah membaca. Membaca itu sangat penting setelah kita bisa menulis. Jadi setelah berbicara membaca juga menulis. Membaca diiringi dengan menulis. Setelah itu memperdalam ilmu bahasa arab sesuai jurusan yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar